“Satu
suara untuk lingkungan
Satu
hati untuk kehutanan”
Setiap
orang pasti memiliki pendapat yang berbeda dengan orang lainnya. Berbagai macam
pendapat itu dapat menyebabkan konflik karena bertemunya dua pendapat yang berbeda
dan masing-masing individu saling mempertahankan pendapat dengan sifat egoisnya.
Hal ini dapat dicegah dengan menyatukan dan menyelaraskan pendapat dari
berbagai sumber untuk tujuan bersama.
Satu
suara berarti menyatukan dan menyelaraskan pendapat. Lingkungan ialah tempat dimana kita
tinggal dan tempat terjadinya seluruh aktifitas serta interaksi antar komponen
dalam suatu lingkungan yaitu komponen biotik dan abiotik. Hutan ialah suatu
kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang
didominasi pepohonan dan didalamnya terdapat saling keterikatan sehingga satu
sama lain tidak dapat dipisahkan. Kehutanan
ialah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan, kawasan hutan, dan
hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu. ( UU No.41 tahun 1999 tentang
kehutanan )
Satu hati ialah menyatukan keyakinan,
tekad, dan pendirian teguh. Dengan demikian,
“satu suara untuk lingkungan. Satu hati untuk kehutanan”, berarti
menyatukan dan menyelaraskan pendapat
ataupun aspirasi masnyarakat serta menanamkan kesadaran dan keyakinan dalam
diri setiap manusia untuk menjaga dan melestarikan lingkungan maupun kehutanan
disekitar kita sehingga keseimbangan alam tetap terjaga.
Untuk mewujudkan hal itu, kita harus
dapat menggunaan sumber daya yang tersedia di alam dengan bijaksana. Saat ini
banyak sekali kebutuhan yang dapat kita dapatkan dengan instant dan berasal
dari bahan kimia contohnya makanan cepat saji dan kosmetik. Tanpa disadari
penggunaan kosmetik dari bahan kimia ini sebenarnya secara perlahan merusak
sistem syaraf kulit.
Selain itu wadah plastik sisa bahan
bahan kosmetik ini juga dapat membahayakan nyawa banyak orang dan dalam waktu
yang lama. Karena sebagian besar wadah dari bahan kosmetik ini bahan dasarnya
berupa plastik. Limbah plastik merupakan limbah anorganik yang memerlukan
ribuan bahkan jutaan tahun untuk menguraikannya.
Bahan yang berasal dari alam dapat pula
digunakan untuk perawatan tubuh sebagai pengganti kosmetik berbahan kimia. Alam
semesta ini telah diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk dijaga,
dimanfaatkan, dan dilestarikan oleh umat manusia karena segala yang dibutuhkan
umat manusia telah tersedia di alam. Selain bahan kimia, bahan organik pun
tersedia di alam. Bahkan bahan organik jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan
dengan bahan kimia.
Bahan organik dan kimia juga berpengaruh
dengan tanaman hutan yaitu perawatan tanaman hutan dengan pemupukan. Pupuk
kimia memang mengandung khasiat yang baik untuk tanaman, namun harga pupuk
relative lebih mahal dibandingkan dengan pupuk organik. Pupuk kimia juga
memiliki dampak negative yang lebih tinggi dibandingkan pupuk organic.
Sebagai pelajar, kita semua dapat ikut
serta menjaga kelestarian alam dengan beberapa cara, contohnya :
·
Membuang sampah pada tempatnya
Tidak
membuang sampah sembarangan dapat mencegah berbagai hal negative yang akan
menghampiri kita semua. Misalnya menghindari banjir dan menghindari dari
penyakit akibat tumpukan sampah. Selain itu membuang sampah sembarangan dapat
menyebabkan air hujan yang seharusnya meresap kedalam tanah menjadi terhambat.
Sehingga tenaman-tanaman terutama pepohonan hanya mengikat volume air yang
tidak maksimal. Akibatnya, pada musim kemarau tanah menjadi sangat kering dan
kita kesulitan mencari sumber air. Air hujan yang terhambat bahkan tidak dapat
diserap tanah karena sampah terutama sampah plastik ini dapat menyebabkan tanah
longsor.
Setalah
terbiasa untuk membuang samapah pada tempatnya, kita dapat naik ke level
berikutnya yaitu membuang sampah pada tempatnya dengan memisahkan sampah
organic dengan anorganik. sampah organic yang dikumpulkan dapat diolah menjadi
pupuk organic dan dapat digunakan untuk pemupukan tanaman.
·
Tidak menggunakan kertas untuk hal yang
tidak penting
Pohon
pinus berusia 5 tahun hanya dapat menghasilkan 1 rim kertas ( 500 lembar ). Hal
ini perlu diperhatikan. Seluruh pelajar dari playgroup sampai ke perguruan
tinggi hampir setiap hari menggunakan kertas untuk pembelajaran. Laporan,
skripsi, makalah serta bermacam-macam tugas memerlukan kertas yang tidak
sedikit. Sebaiknya kertas yang telah tidak digunakan tadi diolah kembali
sehingga menjadi sesuatu yang berharga. Misalnya dijadikan suatu kesenian
seperti membuat peta dari kertas-kertas bekas yang direndam dalam air kemudian
dikeringkan dan ditempelkan pada gambar sehingga membentuk peta dengan
permukaan yang timbul.
·
Mengingatkan orang yang membuang sampah
sembarangan dengan cara yang halus
Bila
kita melihat seseorang membuang sampah sembarangan, tidak ada salahnya kita
mengingatkan orang itu agar tidak membuang sampah sembarangan. Gunakan cara
yang halus agar orang yang kita ingatkan tidak merasa tersinggung.
·
Mengurangi penggunaan bahan kimia dan
lebih mengutamakan bahan organic untuk kehidupan sehari-hari.
Sebagai siswa SMK Kehutanan Kadipaten, kita
dapat melakukan berbagai hal untuk menjaga kelestarian lingkungan serta hutan.
Contohnya :
·
Mengaktifkan produksi bokashi dengan
memanfaatkan limbah organic dari ruang makan serta serasah daun yang berada di
lingkungan kampus. Kemudian pupuk tersebut digunakan untuk pemupukan tanaman
hutan maupun tanaman pertanian.
·
Melakukan pembibitan kemudian melakukan
penanaman bersama masyarakat sekitar hutan.
·
Melakukan patroli keamanan hutan secara
rutin. Hal ini untuk mencegah terjadinya berbagai hal yang tidak diharapkan
seperti kebakaran hutan dan illegal loging terutama di Hutan Diklat Kehutanan
Kadipaten.
·
Mempelajari ilmu kehutanan dengan serius
agar dapat menjaga kelestarian lingkungan serta hutan.
Menurut saya, tidak ada salah dan
ruginya seluruh masyarakat menjaga dan melestarikan lingkungan terutama hutan
dengan lebih mengutamakan bahan organik. Karena manfaat dari lestarinya
lingkungan dan hutan akan dirasakan oleh kita sendiri. Kita menjaga kelestarian
lingkungan, karena lingkungan terjaga, hutan terjaga. Hal ini menyebabkan
produktivitas oksigen di bumi tidak berkurang bahkan bertambah.
Hal ini juga dapat mengurangi dampak
global warming yang setiap tahun semakin meningkat. Selain itu, masyarakat
dapat pula menanam tanaman palawija di dalam kawasan hutan dengan izin
pemerintah daerah untuk mencukupi kebutuhan ekonominya. Dengan begitu
masyarakat sekitar hutan akan ikut menjaga hutan yang menjadi lahan
pekerjaannya.
Jika semua itu terwujud, fungsi hutan
dari aspek ekologi, ekonomi, dan social pun terpenuhi. Lingkungan pun ikut
terjada dan lestari. Oleh karena itu, utamakanlah untuk menggunakan bahan
organic untuk kehidupan sehari-hari agar hutan dapat terselamatkan. Kembali ke
alam dan selamatkan hutan. BACK TO NATURE and SAVE OUR FOREST.
untuk download file di atas silahkan klik di sini kemudian klik skip add pada pojok kanan atas tampilan layar anda pada page adf.ly yang muncul.